Beberapa Kasus Terkait Keamanan Jaringan Komputer

Pembobolan jaringan saat ini di Indonesia makin marak dilakukan. Baik yang dilakukan secara canggih maupun dengan cara kuno.

Beberapa diantara adalah kejadian-kejadian berikut:

1. Pembobolan ATM BCA sekitar Mei 2011 dilakukan di Jakarta dan Solo.

Modusnya tidak terlalu canggih dan tidak memerlukan kemampuan IT yang bagus.Pelaku melakukannya dengan cara mengambil uang melalui ATM. Setelah uang terambil, maka pelaku dengan cepat mematikan mesin ATM sehingga, saldo belum terdebet.Ketika uang Kartu ATM dimasukkan kembali maka saldonya tetap.

2. Pembobolan situs Polri

Kejadian ini terjadi sekitar bulan Mei 2011. Berbeda dengan kasus pertama, tampaknya para peretas memiliki kemampuan IT yang cukup dan berhasil masuk dan mengganti beberapa konten di website Polri.

Hal lain yang berbeda adalah motifnya bukan motif ekonomi seperti kasus pertama, lebih kepada penegasan eksistensi suatu gerakan serta menebarkan peringatan atau ancaman serta ajakan yang untuk mengkonsolidasi gerakan berbasis suatu agama.

3. Pembobolan akun Facebook

Pembobolan akun facebook marak dilakukan untuk berbagai kepentingan, dari pencemaran nama baik sampai penipuan.

Anggota DPR Komisi III dari PKS Nasir Jamil pernah mengalaminya sekitar Februari 2011. Saat dibobol akun facebooknya diubah menjadi laman toko online yang menjual berbagai gadget.

Gadget yang dijual adalah barang-barang elektronik terbaru seperti macbook, ipad dan blackberry dengan harga yang miring sehingga ditengarai sebagai penipuan.

4. Data pengguna Gmail bocor

Beberapa waktu lalu, tepatnya Desember 2009 di China, sejumlah pengguna Gmail melaporkan bahwa data mereka tercuri. Hal ini pun langsung direspon Google dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Dan benar saja, data dari 20 perusahaan yang menggunakan jasa Gmail berhasil diretas hacker China. Google mengaku bahwa aksi ini bisa terjadi karena peretas memanfaatkan celah yang ada di Internet Explorer versi jadul.

(http://dicopasdong.blogspot.com/2012/06/kasus-pembobolan-hacker-yang-paling.html)

5. Hacker membobol distributor pulsa

Metrotvnews.com, Semarang: Salah satu distributor pulsa isi ulang telepon seluler, G47 Tronik milik sejumlah pengusaha di Semarang, Jawa tengah, diduga dibobol peretas sistem jaringan komputer atau hacker, sehingga mengakibatkan kerugian sekitar Rp1 miliar.

Bambang Tribawono selaku kuasa hukum para korban mengaku telah melaporkan pembobolan tersebut ke jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah. “Nomor laporan tersebut adalah LP /83/VIII/2011/Jateng/Ditreskrim tertanggal 4 Agustus 2011,” katanya di Semarang, Kamis (25/8).

Ia mengungkapkan, diketahuinya pembobolan distributor pulsa isi ulang dengan cara masuk ke sistem keamanan jaringan informasi teknologi tersebut bermula dari kecurigaan kliennya saat melakukan pembukuan transaksi berkala.

“Pihak manajemen mengetahui jika pendapatan yang diterima dari penjualan pulsa isi ulang tidak mencukupi untuk setoran dan jumlahnya terpaut cukup jauh,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, para korban yang berbisnis pulsa isi ulang sejak 1997 dan mempunyai ribuan pengecer itu kemudian melakukan audit secara manual serta memastikan bahwa telah terjadi pembobolan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, syarat untuk menjadi pengecer pulsa isi ulang pada distributor milik korban cukup mudah yakni dengan cara mendaftar, memberikan nomor telepon seluler, dan membayar sejumlah uang guna keperluan pembelian pulsa isi ulang.

“Setelah melengkapi persyaratan, pihak yang menjadi anggota dan pengecer pulsa isi ulang tersebut akan mendapat nomor identifikasi untuk melakukan transaksi jual beli,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan hasil audit manual yang dilakukan, kliennya menemukan empat nomor telepon dengan tiga nama anggota di dalam sistem penjualan yang dicurigai sebagaihacker.

“Pihak manajemen tidak pernah menerima pembayaran dari keempat nomor telepon tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembobolan distributor pulsa isi ulang diduga berlangsung mulai Juni 2010 hingga Juli 2011. Pulsa yang dicuri mencapai Rp5-7 juta per hari. Selaku kuasa hukum para korban, Bambang meminta kepolisian serius melakukan penyelidikan kasus pembobolan distributor pulsa isi ulang dan menangkap pelakunya.

“Kasus pencurian di dunia maya ini cukup asing bagi masyarakat sehingga harus diusut tuntas agar tidak sampai ada korban lain lagi,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombespol Didid Widjanardi belum bisa dikonfirmasi terkait dengan perkembangan penanganan kasus pembobolan distributor pulsa isi ulang tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s